Frederik Kalalembang: Warga Toraja Harus Sejahtera dan Mandiri
Di Toraja, yang banyak diminati warga adalah ternak Babi dan Kerbau. Karena marketnya untuk lingkungan sendiri.
Penulis: Ricdwan Abbas | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/03122022_Frederik_Kalalembang.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Ketua Umum Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Nusantara, Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang, mengharapkan semua warga Toraja baik yang ada di kampung maupun di perantauan hidup sejahtera dan mandiri.
Hal ini disampaikan Jenderal Frederik saat menghadiri launching TribunToraja.com di Toraja Heritage Hotel, Kamis (1/12/2022).
"Kalau anggota tidak sejahtera, bagaimana organisasi bisa jalan," katanya.
Ia mencontohkan dirinya yang membuat usaha peternakan ayam. Warga Toraja juga membuat usaha warung kecil-kecilan, yang penting uangnya bisa berputar untuk memenuhi kebutuhan.
Di Toraja, yang banyak diminati warga adalah ternak Babi dan Kerbau. Karena marketnya untuk lingkungan sendiri.
Baca juga: IKaT Nusantara Ajak Diaspora Toraja Kembangkan Kebun Kopi dan Sayur untuk IKN
Selama ini, masyarakat memelihara babi dengan cara tradisional. Sayur yang dipotong-potong lalu dimasak hingga lembek kemudian diberikan kepada ternak babi.
Menurut Frederik, cara itu sudah tidak relevan lagi.
Pertama yang harus diperhatikan adalah pilih bibit yang produktif. Kemudian berikan pakan yang telah diracik sedemikian rupa sehingga ternak lebih cepat produksi dan dipanen.
"Dengan cara ini, peternak babi bisa dapat 100 kilo daging hanya dalam waktu 5 bulan. Jika pakai cara lama, untuk dapatkan 100 kg babi misalnya, butuh waktu 1 tahun," katanya.
Baca juga: Pengurus IKaT Nusantara dan PMTI Ajak Tribun Network Berkolaborasi Jaga Indonesia
"Dari segi modal juga lebih murah dan simple. Karena kalau cara lama masih harus beli utan bai (sayur untuk babi), sayurnya di masak pakai kompor misalnya. Itu semua membutuhkan uang," ujarnya.
Frederik menawarkan pakai pakan yang telah diracik. "Pakan ini tidak perlu lagi dimasak, bisa langsung diberikan ke hewan ternak," paparnya.
"Ini bisa dijaminkan dalam 5 bulan sudah bisa dapatkan sekitar 100 kg," tambahnya.
"Ini yang kita dorong ke anggota-anggota IKAT di daerah," tutupnya.