Samuel Karundeng: Untuk Bersaing di Internasional, Kopi Toraja Harus Bersatu

Sameul menjelaskan kelebihan dari Toraja (adalah) dari sisi "aroma", jadi tidak ada kopi nomor satu.

Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
TribunToraja/Sanovra JR
SULATCO - Direktur PT Sulatco Jaya Abadi, Samuel Karundeng, hadir pada Launching TribunToraja.com, Kamis (1/12/2022). Samuel menjelaskan tentang kopi Toraja untuk bisa mendunia. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Samuel Karundeng, Dirut PT Sulotco Jaya Abadi (Kapal Api), hadir dalam launching TribunToraja.com di Toraja Heritage Hotel, Rantepao, Toraja Utara, Kamis (1/12/2022).

Di sela-sela launching digelar webinar bertema "Potensi Desa Wisata, Kopi, dan Diaspora Toraja".

Sesi webinar akan dipandu News Director Tribun Network, Febby Mahendra Putra.

Samuel menjelaskan bahwa kopi Toraja terkenal karena Aromanya.

Ia juga memaparkan jika pertanahan kopi di Toraja sekitar 10 ribu hektar dengan dengan total produksi hanya sekitar 6.600 ton.

Berikut penjelasan rinci Samuel Karundeng soal kopi Toraja.

Berbicara tentang kopi tidak cukup 5 menit, bahkan 5 haripun masih terasa kurang.

Mari kita berbicara tentang data, sekarang Toraja (kita) berada di 2 kabupaten (wilayah administratif).

Saya hadir (berada) di Toraja di kampung (Rembon), (kampungnya) Ketua DPRD Tana Toraja (Welem Sambolangi).

Saya hadir di Toraja tahun 1988, waktu itu Toraja masih 1 (wilayah administratif),

Dan sekarang Toraja sudah ada 2 kabupaten.

Ada 1 hal yang perlu menjadi catatan bahwa kopinya (kopi toraja) sulit untuk disatukan.

Saya katakan, kalau saya berbicara kopi, saya berbicara kopi Toraja.

Tapi kalau saya berbicara dengan masyarakat atau pengelola kopi di Tana Toraja mereka tidak mau dikatakan Toraja Utara. Sebaliknya pun begitu masyarakat atau pengelola kopi di Toraja Utara tidak mau dikatakan Tana Toraja.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved