PMKRI Rakernas di Toraja
Wadahi Mahasiswa Katolik, Sejarah Singkat Lahirnya PMKRI Telah Berusia 75 Tahun
Menurut Natalia, PMKRI lahir di Yogyakarta pada 25 Mei 1947 dengan ketua umum pertama adalah Munadjat Danusaputro
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/25112022_Tri_Natalia_Urada_PMKRI.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - PMKRI adalah singkatan dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Rapublik Indonesia.
PMKRI pertama kali lahir di Yogyakarta, 25 Mei 1947. Ketua pertama adalah Munadjat Danusaputro.
Penentuan tanggal 25 Mei 1947 merupakan jasa dari Mrg Albertus Soegijapranata.
Tanggal ini, mengandung makna yang sangat spritual bagi umat Kristen maupun Katolik karena bertepatan dengan turunnya roh kudus.
Melalui tanggal kelahiran lembaga PMKRI ini mengandung pesan bagi segenap anggota untuk berkumpul dan berjuang dengan landasan ajaran agama Katolik dalam membela, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebelum lembaga PMKRI lahir sebagai wadah bagi mahasiswa Katolik, telah ada perhimpunan mahasiswa Katolik.
"Sebetulnya sudah ada perhimpunan mahasiswa katolik itu sejak 1928," ujar Ketua pusat PMKRI, Tri Natalia Urada saat hadir menjadi narasumber dalam Podcast TribunToraja.com bertema "PMKRI Mencari yang Terbaik untuk Indonesia", Kamis (24/11/2022).
Setelah 19 tahun lahirnya perhimpunan mahasiswa katolik, lahirlah PMKRI sebagai lembaga nasional.
"Lahirnya PMKRI itu tanggal 25 Mei 1947, yang tergabung didalamnya adalah mahasiswa-mahasiswa Katolik," tuturnya.
Setelah 75 tahun berdiri, kini PMKRI telah mempunyai puluhan cabang yang tersebar di Indonesia.
"Kemarin, terakhir kita kongres di Samarinda sudah ada 85 cabang di seluruh Indonesia," imbuh gadis kelahiran Kalimantan Barat ini.
Setelah kongress di Samarinda dengan Tri Natalia Urada terpilih sebagai Ketua Umum, PMKRI berencana akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Toraja pada Januari 2023 mendatang.