Hipotermia

Cara Mengatasi Hipotermia Saat Mendaki Gunung

Hiptermia kerap dialami oleh pendaki yang tidak membawa perlengkapan lengkap. Apalagi setelah terkena guyuran hujan, serta kurang mengkonsumsi kalori.

Editor: Muh. Irham
ist
Ilustrasi hipotermia 

TRIBUNTORAJA.COM - Pada situasi tertentu, cuaca dingin dapat menyebabkan seseorang mengaami hipotermia. Kondisi ini terjadi karena suhu tubuh kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.

Hiptermia kerap dialami oleh pendaki yang tidak membawa perlengkapan lengkap. Apalagi setelah terkena guyuran hujan, serta kurang mengkonsumsi kalori.

Lalu bagaimana awa mula seseorang terkena hipotermia?

Hipotermia biasanya diawali berupa kedinginan biasa. Badan yang menggigil, gemetar menahan dingin, kadang hingga gigi saling beradu ketika tidak kuat menahan dingin.

Tubuh yang basah, baik karena terkena hujan atau sisa keringat yang menempel pada baju, akan mempercepat serangan hipotermia.

Bila ada angin yang bertiup kencang, pendaki biasanya akan cepat kehilangan panas tubuhnya. Jadi potensi terkena hipotermia akan meningkat ketika pendaki juga mengenakan pakaian basah.

Hipotermia menyerang secara perlahan, hal ini menyebabkan calon korban tidak menyadari bahwa akan terserang hipotermia.

Hipotermia menyerang saraf dan bergerak dengan pelan, oleh karena itu sang korban tidak merasa kalau dia menjadi korban hipotermia.

Dari sejak korban tidak bisa nahan kedinginan sampai malah merasa kepanasan di tengah udara yang terasa membekukan, korban biasanya tidak sadar kalau dia telah terserang hipotermia.

Hipotermia bisa menyebabkan korban pingsan hingga berhalusinasi. Halusinasi bisa menyebabkan banyak hal-hal berbahaya yang menyebabkan keselamatan pendaki tersebut.

Oleh karena itu, tindakan pencegahan adalah hal yang terbaik.

Halusinasi bisa menyebabkan tindakan aneh, seperti berlari-lari, membuka pakaian karena kepanasan, bertingkah di luar kebiasaanya.

Kawan seperjalanan wajib waspada memperhatikannya ketika hal-hal tersebut terjadi.

Pencegahan 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved