Babinsa Toraja Hilang

Sungai Maiting Mengamuk, Telan Dua Korban dalam Dua Hari

Dalam dua hari, Sunga Maiting telah menelan dua korban, satu telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, satu lagi masih dalam pencarian.

Penulis: Apriani Landa | Editor: Apriani Landa
Tini
Suasana pencarian korban tenggelam Sungai Maiting, Toraja Utara 

TRIBUNTORAJA.COM, TORAJASungai Maiting tiba-tiba mengamuk.

Dalam dua hari, Sunga Maiting telah menelan dua korban, satu telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, satu lagi masih dalam pencarian.

Korban pertama adalah Palungan, warga Kampung Buntu Lepong, Dusun Poton, Kecamatan Rindingallo ini jatuh dan hanyut pada Selasa (8/11/2022) malam.

Ia ditemukan keesokan harinya, Rabu (9/11/2022) siang, dalam kondisi meninggal dunia.

Nasib naas malah dialamai Serda Amiruddin. Babinsa di Rindingallo ini juga terjatuh dan hanyut pada Rabu (9/11/2022) pagi, sebelum jenazah Palungan ditemukan.

Sampai saat ini, keberadaan Amiruddin masih dicari.

Tim gabungan dari SAR UNM, TNI, Polri, Basarnas Palopo, Pecinta Alam, dan dibantu masyarakat sudah berusaha mencarinya sampai hari ini, Senin (14/11/2022), Serda Amiruddin belum juga ditemukan.

Tokoh adat, Markus Laa Tanga, mengatakan bahwa dulu Sungai Maiting memang sering menelan korban, baik manusia maupun hewan.

Tapi, untuk kasus korban hanyut dalam dua hari berturut ini adalah yang pertama.

Venue Arung Jeram

Selain wisata budaya, Toraja juga memiliki arena untuk wisata olahraga atau sport tourism.

Salah satunya dalah arung jeram atau rafting. Sungai Maiting merupakan salah satu venue untuk pecinta olahraga yang memacu adrenalin ini.

Arus deras dengan bebatuan besar di tengah sungai menjadi aral rintang yang menantang bagi pecinta rafting.

Di Sungai Maiting, arung jeram diarungi sejauh 8 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam. Rute mulai dari Ma’dong di Lembang (Desa) Paku, Kecamatan Dende’ Piongan Napo, dan berakhir di Tapparan, Kecamatan Rantetayo.

Selain dituntut untuk konsentrasi menghindari bebatuan, peserta arung jeram akan disuguhkan pemandangan alam yang indah.

Sisi kiri dan kanan sungai terdapat tebing batu. Beberapa titik, peserta arung jeram juga bisa menjumpai air terjun, ada yang besar, ada juga yang kecil.

Saat musim hujan seperti ini, masyarakat memang harus hati-hati. Pasalnya, arus sungai akan sangat deras.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved